Jose Zepeda 3 Kali Jatuhkan Ivan Redkach, Meraih kemenangan KO Ronde 2

Dengan dua petarung yang memasuki usia 30-an lalu masing-masing memasuki masa-masa akhir dari karier mereka itu ketika mereka bertemu di laga utama hari hari terakhir pekan di area Temecula, California, Jose Zepeda -Ivan Redkach memiliki prospek untuk menjadi sebuah laga pensiun bagi siapa pun yang digunakan kalah. Pada akhirnya – yang digunakan kemungkinan besar terjadi tambahan cepat dari yang tersebut diperkirakan – Zepeda menjadi petarung yang mana lebih besar segar, mematahkan perlawanan Redkach di waktu singkat, menjatuhkannya ke berhadapan dengan kanvas sebanyak tiga kali serta meraih kemenangan KO di dua ronde dalam Pechanga Resort & Casino.
Bagi Zepeda yang berusia 35 tahun (38-5, 29 KO), dari La Puente, California, kemenangan ini seakan memverifikasi bahwa ia akan bertarung lagi di dalam lain waktu – kemungkinan besar di area kelas welter, pada mana ia meraih kesuksesan terakhirnya serta mengaku merasa segar kembali.
“Saya jelas merasa lebih banyak kuat, itu sudah ada pasti,” kata Zepeda terhadap DAZN di tempat berhadapan dengan ring setelahnya laga. “Pada berat badan 66,6 kg, saya rasa saya mempunyai energi penuh – lalu saya menunjukkannya hari ini.”
Ia juga bukan menyia-nyiakan waktu untuk menunjukkannya. Dengan Redkach yang mana tetap memperlihatkan mengangkat tangannya tinggi-tinggi ketika ia tidaklah menyerang dengan pukulan kidal, Zepeda mengincar tubuh lawannya lebih banyak awal juga agresif. Benar saja, kurang dari setengah ronde pertama, Zepeda berhasil mencetak hasil dengan sebuah hook kiri ke arah ulu hati. Redkach terjungkal dengan kesakitan – namun entah bagaimana ia mampu berguling berlutut lalu bangkit pada hitungan kesembilan dari wasit Rudy Barragan.
Zepeda segera menyerang dengan jab dan juga rangkaian pukulan ke arah tubuh sebelum menyarangkan beberapa uppercut ketika Redkach mundur ke pojok ring juga berupaya keras melindungi area yang paling rentan. Zepeda mendaratkan setidaknya selusin pukulan sebelum Redkach siap untuk menyerang balik.
Redkach mampu mementahkan serangan Zepeda pada sisa ronde itu, namun ia telah terjadi kelelahan, dengan kaki yang kaku kemudian nampak bingung untuk melindungi kepalanya atau sisi tubuhnya yang lemah. “Maksud saya, saya berlatih sangat keras lalu saya yakin dengan kondisi saya,” kata Zepeda.
“Maka, saya melontarkan banyak pukulan dibandingkan dengan laga-laga lainnya. Saya berbagai melatih kondisi saya, kemudian saya kira itulah yang dimaksud menimbulkan perbedaan.”
Pada ronde kedua, Zepeda sangat metodis namun tak kalah kejam, mengubah tingkatan lalu mematahkan serangan Redkach dengan jab, hook serta uppercut. Zepeda tidaklah ragu-ragu pada waktu ia mengamati targetnya, melukai sisi tubuh lawannya juga kembali menjatuhkan Redkach ke berhadapan dengan kanvas, kali ini dengan sebuah serangan lutut pasca menerima serangan keras. Redkach segera bangkit, berdiri dengan santai dengan tangan bersarung di dalam pinggulnya, namun ia terengah-engah ketika mengantisipasi hitungan dari Barragan.
Saat laga berlanjut, Redkach mencoba menjawab jab Zepeda dengan jabnya sendiri, namun ia telah lama menghindar dari pukulan itu sebelum menindaklanjutinya. Zepeda nampaknya membaca momen tersebut, kemudian menyerbu Redkach dengan pukulan yang tersebut mengincar pertahanannya juga mendorongnya mundur ke arah tali ring.






