Sejarah Ka’bah kemudian isi bagian penting ke dalamnya

DKI Jakarta – Ka'bah merupakan bangunan suci berbentuk kubus yang mana terletak ke Makkah Al-Mukarramah, yang berfungsi sebagai penunjuk arah kiblat bagi umat Muslim pada seluruh dunia.
Sejarah Ka'bah dimulai terpencil sebelum era Islam muncul. Menurut kepercayaan umat Muslim, Ka'bah sudah ada ada pada zaman Nabi Adam Negeri Paman Sam lalu istri tercintanya Hawa.
Dalam sejarah diceritakan, Ka'bah pernah mengalami kecacatan parah akibat bencana banjir bandang pada zaman Nabi Nuh AS.
Setelah mengalami kerusakan yang mana cukup parah, Ka'bah dibangun (direnovasi) kembali oleh Nabi Ibrahim Amerika Serikat kemudian putranya, Nabi Ismail AS, berhadapan dengan perintah Allah SWT.
Hal ini dijelaskan pada surat Al-Baqarah ayat 127 yang tersebut dimana bahwa Nabi Ibrahim, dengan bantuan putranya Nabi Ismail, meninggikan bangunan Ka'bah.
"Dan (ingatlah), pada saat Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah dengan Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang digunakan Maha mendengar lagi Maha Mengetahui," (Qs Al- Baqarah :127).

Kemudian, Allah SWT memerintahkan agar Ka'bah dijadikan tempat suci bagi umat Islam. Sejak itu, Ka'bah berubah menjadi tempat untuk umat islam salat, tawaf, lalu itikaf.
Dalam Al-Qur'an, disebutkan bahwa Ka'bah merupakan rumah Allah pertama yang digunakan dibangun untuk manusia sebagai rumah ibadah, di surat Al-Imran, 3:96, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang mana di Bakkah (Mekah) yang mana diberkahi juga berubah menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (Qs Al-Imran :96).
Seiring berjalannya waktu, Ka'bah mengalami beberapa inovasi juga perbaikan. Pada masa sebelum Nabi Muhammad SAW, Ka'bah dijadikan sebagai pusat peribadatan oleh bervariasi suku pada Jazirah Arab.
Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu lalu menyebarkan ajaran Islam, Ka'bah dikembalikan fungsinya sebagai pusat monoteisme, memurnikan ibadah belaka untuk Allah SWT.
Pada tahun 630 Masehi, Nabi Muhammad SAW juga para pengikutnya berhasil memasuki Makkah juga membersihkan Ka'bah dari berhala-berhala yang digunakan ada pada pada kemudian pada sekitarnya.
Insiden ini, yang dikenal sebagai Penaklukan Makkah, menandai awal era baru pada sejarah Islam.
Perlu diketahui, salah satu perbaikan terbesar Ka'bah muncul pada tahun 1629M, saat banjir besar merusak sebagian besar strukturnya.
Ka'bah sudah mengalami empat kali perbaikan, dengan renovasi terakhir dijalankan pada masa Dinasti Umayyah.
Pada pada waktu itu, Malik bin Marwan, yang dimaksud memimpin, memperbaiki Ka'bah setelahnya menerima laporan dari Al-Hajjaj.
Pada era modern hingga pada waktu ini, Masjidil Haram telah terjadi mengalami perluasan besar-besaran untuk menampung jumlah total jamaah yang mana terus meningkat di dalam setiap tahunnya.
Setelah mengetahui sejarah singkat Ka'bah, mari kita bahas apa belaka isi bagian penting yang dimaksud terdapat di dalamnya. Berikut penjelasannya.
Melansir dari laman resmi The Islamic Information, berikut merupakan beberapa isi bagian penting dari Ka'bah yang digunakan harus diketahui oleh umat Muslim, di antaranya:
1. Kunci Pokok Ka'bah
Pemegang kunci Ka'bah tak dari sembarangan orang, melainkan hanya sekali orang-orang terpilih saja. Dikisahkan pada penaklukan Makkah tahun 8 Hijriah, Nabi Muhammad menyerukan kunci Ka'bah untuk Utsman bin Abi Talha, manusia anggota keluarga Shaibi yang dimaksud sebelumnya telah terjadi memegang kunci yang dimaksud sebelum penyebaran Islam.
2. Kotak marmer
Di di Ka'bah, hanya saja ada sedikit barang, tetapi ada satu yang digunakan mencuri perhatian, yaitu kotak marmer yang digunakan terletak pada sebelah kanan pintu. Kotak ini digunakan untuk menyimpan minyak lalu wewangian yang dipakai untuk membasuh serta membersihkan bagian pada Ka'bah.
3. Pintu kecil di di Ka'bah
Ka'bah tidak ada hanya sekali mempunyai pintu yang mana terlihat dari luar, tetapi juga beberapa pintu lainnya. Salah satu pada antaranya merupakan pintu kecil yang mana terbuat dari kayu pilihan juga dilapisi emas dan juga perak, dengan ayat-ayat Allah SWT ditulis dalam permukaannya.
4. Pola menyerupai sajadah
Di lantai Ka'bah terdapat pola unik yang dimaksud menyerupai sajadah. Pola ini menandai tempat salat Nabi Muhammad SAW pasca penaklukan Mekkah.
5. Al- Multazam
Di sedang antara sisi kiri pintu Ka'bah dan juga Hajr Al-Aswad terdapat area yang digunakan dikenal sebagai Al-Multazam. Menurut riwayat Ibnu Abbas RA, Al-Multazam merupakan tempat dalam mana doa-doa terkabul.
6. Hiasan-hiasan pada Ka'bah
Di pada Ka'bah terdapat dekorasi yang mana merupakan pemberian dari raja, sultan, dan juga penguasa dari masa lalu. Hiasan-hiasan yang disebutkan digantung disetiap pilar-pilar Ka'bah.
Ka'bah tidak ada hanya saja bermetamorfosis menjadi simbol religius, tetapi juga saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah umat manusia di mencari Tuhan.SWT
Dengan segala keagungannya, Ka'bah kekal menjadi pusat spiritual yang mana menginspirasi jutaan khalayak untuk menjalankan hidup dengan penuh keimanan serta ketakwaan untuk Allah SWT.
Kendati demikian, Ka'bah berubah menjadi bangunan yang paling suci pada agama Islam. Di setiap tahunnya, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia datang untuk melaksanakan ibadah haji kemudian umrah.
Artikel ini disadur dari Sejarah Ka’bah dan isi bagian penting di dalamnya






