Jiwasraya Bakal Dibubarkan September, Karyawan Terancam PHK

JAKARTA – Karyawan PT Jiwasraya (Persero) terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pasca perusahaan BUMN yang dimaksud dibubarkan pada September 2024 mendatang.
Direktur Utama Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso mengungkapkan akan ada pengurangan jumlah agregat karyawan meskipun tidaklah semuanya di area PHK. Setelah likuidasi Jiwasraya, sebagian pegawai akan diadakan PHK dan juga separuh lainnya dialihkan ke BUMN lain, yakni PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).
“Kami memang benar akan melakukan rasionalisasi (PHK). Selain itu, kami juga memberikan kesempatan bagi pegawai untuk direkrut oleh BUMN lain, khususnya dalam IFG Life,” ujar Mahelan, ketika ditemui di dalam Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga: Jiwasraya Bakal Dibubarkan Bulan Depan, Gimana Nasib Nasabah?
Sebelum sampai ke tahap likuidasi, perusahaan menyeberangi beberapa tahapan terlebih dahulu, diantaranya pembatasan kegiatan usaha, pencabutan izin usaha, proses likuidasi hingga pelaporan likuidasi.
“Mungkin pertama diawali dengan pembatasan kegiatan usaha. Setelah itu ada proses pencabutan izin usaha, juga proses likuidasi sampai pelaporan likuidasi, kita mengikuti ketentuan yang digunakan berlaku saja, intinya begitu,” paparnya.
Perihal aset, lanjut Mahelan, Kementerian BUMN sudah pernah mengalihkan aset Jiwasraya ke IFG Life, perusahaan asuransi pelat merah yang dimaksud didirikan sejak 22 Oktober 2020 lalu. “Kalau aset itu ketika ini sudah ada kita alihkan ke IFG Life, jadi tepatnya IFG Life yang tersebut menjawab,” jelasnya.
Baca Juga: Jiwasraya Masih Diminta Rampungkan Penyelesaian Pemegang Polis
Sejalan dengan aset, eks pemegang polis Jiwasraya pun dialihkan ke IFG Life melalui inisiatif restrukturisasi atau penyehatan. Hingga kini, total polis yang alihkan mencapai 99,6 persen. Artinya, masih ada 0,4 persen polis lainnya yang mana tiada mengikuti atau menolak restrukturisasi.
“Karena kami, itu pun kalau mengambil bagian restrukturisasi kita alihkan. Karena aset-aset kita sudah ada dialihkan, bersamaan untuk menambah PMN ketika hasil restrukturisasi dialihkan ke IFG Life untuk membayar mereka, kan ada klaim juga setelahnya direstrukturisasi,” ucapnya.






