Menperin: Popularitas lapangan usaha sagu perlu ditingkatkan melalui edukasi

Kita wajib edukasi bahwa sagu dapat bermetamorfosis menjadi alternatif sumber karbohidrat juga tentu industrinya dapat dikembangkan agar Tanah Air dapat berubah menjadi salah satu pemasok pati sagu terbesar dalam dunia
Jakarta – Menteri Manufaktur (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan edukasi terhadap komoditas sagu sangat diperlukan guna meningkatkan popularitas bidang sagu di dalam Indonesia.
Menurut Agus, rendahnya popularitas menjadi penghambat langkah-langkah pengembangan dan juga riset, sehingga kemungkinan komoditas sagu sulit untuk dioptimalkan.
"Kita perlu edukasi bahwa sagu dapat berubah menjadi alternatif sumber karbohidrat dan juga tentu industrinya dapat dikembangkan agar Indonesia dapat berubah menjadi salah satu pemasok pati sagu terbesar di dunia," ujar Agus ke Jakarta, Senin.
Untuk menjadikan Negara Indonesia sebagai produsen sagu dunia, sebut Agus, masih terdapat beberapa kendala yang tersebut harus dihadapi salah satunya alur rantai pasok materi baku sagu.
Agus menyampaikan, Negara Indonesia miliki lahan sagu seluas 5,5 jt hektar atau kurang lebih banyak 85 persen lahan sagu pada dunia. Namun, pemanfaatannya masih kurang dari 4 persen.
Fakta Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2022, luas lahan yang dimanfaatkan semata-mata seluas 112 ribu hektar dengan total produksi 386 ribu ton.
Selain itu, area sagu yang disebutkan masih didominasi oleh perkebunan rakyat dengan presentasi penguasaan lahan sebesar 94,34 persen, juga berkontribusi pada produksi sagu sebesar 99 persen.
"Infrastruktur perkebunan rakyat ini masih sederhana, bahkan sangat simpel dengan sarana penunjang yang sangat minim. Hal ini menyebabkan rantai suplai sagu dari hulu ke hilir berubah menjadi terbatas bahkan sangat terbatas," katanya.
Lebih lanjut, Agus menyebut, peningkatan produksi sagu juga harus didukung dengan keterampilan atau sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, SDM untuk pengembangan lapangan usaha pengolahan sagu dinilai masih minim sehingga penting mendapat perhatian lebih.
"Oleh sebab itu, ini wajib perhatian khusus untuk mempercepat peningkatannya," ucap Agus.
Kementerian Industri (Kemenperin) pun melakukan bermacam upaya guna meningkatkan pengembangan lebih lanjut pengembangan sagu, yakni dengan pengembangan diversifikasi produk, fasilitasi kerja serupa antar lapangan usaha pengolahan kemudian pengguna, memacu kegiatan sertifikasi Derajat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan juga kegiatan restrukturisasi mesin kemudian peralatan bagi lapangan usaha pengolahan sagu.
Artikel ini disadur dari Menperin: Popularitas industri sagu perlu ditingkatkan melalui edukasi






