AION lalu PLN teken kerja sebanding bangun SPKLU dalam DKI Jakarta

DKI Jakarta (ANTARA) – Produsen mobil listrik AION Negara Indonesia juga PT PLN (Persero) secara resmi mengesahkan nota kesepahaman (MoU), di dalam Jakarta, Hari Jumat (5/7), untuk mengembangkan juga menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di dalam Jakarta.
Kerja serupa ini melibatkan AION Negara Indonesia kemudian 27 mitra badan usaha lainnya yang tersebut menandakan keseriusan seluruh pihak juga mengambil bagian dari komitmen membantu perubahan sistem ekologi kendaraan listrik di Indonesia.
"Sebagai salah satu produsen kendaraan listrik di dalam Indonesia, AION Indonesia memainkan peranan penting di kolaborasi ini. Penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata keseriusan AION Indonesi di menyukseskan program Nol Emisi Karbon pemerintah Negara Indonesia pada 2060,” ujar ketua eksekutif AION Indonesia, Andry Ciu, melalui rilis pers yang mana diterima Sabtu.
Baca juga: GAC Aion resmi luncurkan mobil listrik pertamanya pada Indonesia
Baca juga: Enam Inovasi Termutakhir Aion, Solusi Kebutuhan Mobil Listrik Cerdas Publik Indonesia
Sejalan dengan langkah strategis ini, Andry menyampaikan perusahaan berazam untuk memperkuat pemerintah di perubahan energi nasional dengan menghadirkan solusi berkendara yang tersebut ramah lingkungan, berteknologi tinggi, cerdas, dan juga termutakhir.
Salah satu inisiatifnya adalah peluncuran AION Y Plus dalam Nusantara pada Juni lalu, sebagai salah satu upaya yang mana menurut AION membantu visi keberlanjutan pemerintah pada upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik.
“Selain itu, kami juga menyediakan sarana pemasangan wall-charger secara gratis bagi seluruh pengguna AION Y Plus, di mana hal ini merupakan upaya kami pada menghadirkan solusi untuk para pengendara guna menurunkan perasaan khawatir merekan di berkendara dan juga dapat menikmati perjalanan dia tanpa hambatan,” kata Andry.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 telah lama menetapkan langkah-langkah penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis akumulator ke Indonesia, khususnya pada sektor transportasi jalan secara masif.
eksekutif memiliki target penambahan 3.000 unit SPKLU serta 250 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk kendaraan listrik roda dua dan juga roda empat dalam tahun 2024.
“Sebagai lokomotif penggerak transisi energi pada tanah air, diperlukan kolaborasi juga keterlibatan dari semua pihak yang mana bersangkutan. Kami akan terus berupaya menghadirkan SPKLU dan juga SPBKLU dalam seluruh Indonesi guna meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik juga sebagai bentuk komitmen kami di menyokong program pemerintah mengakselerasi habitat kendaraan listrik nasional,” ujar Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo.
Baca juga: GAC Aion ingin menjadikan Indonesi sebagai tempat produksi
Baca juga: Merek mobil listrik China GAC Aion resmi masuk ke pangsa Indonesia
Baca juga: Masuk lingkungan ekonomi RI, produsen EV China Aion boyong 6 teknologi canggih
Artikel ini disadur dari AION dan PLN teken kerja sama bangun SPKLU di Jakarta





