Teknologi

Sistem Zonasi PPDB Dinilai Gagal, Ombudsman Jabar Usul SMAN Favorit Direlokasi

Jakarta – pemerintahan menetapkan sistem zonasi pada Penerimaan Partisipan Didik Baru (PPDB) sejak 2017. Hingga sekarang, menurut Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat Dan Satriana, sistem itu dinilai gagal. “Pemerintah gagal melakukan kegiatan zonasi dan juga meyakinkan warga bahwa tak ada sekolah favorit,” ujarnya. 

Menurut Dan, citra sekolah favorit masih melekat kuat pada beberapa Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN sederajat. Padahal pemerintah telah lama menetapkan agar semua sekolah berstandar nasional. Akibatnya, ada beberapa sekolah negeri yang mana diperebutkan hingga pendaftar melakukan kecurangan.

“Ada celah pada persyaratan, misalnya dimungkinan kontestan didik yang tiada tinggal dengan keluarga,” kata Dan yang sebelumnya adalah pengamat kemudian aktivis lembaga pendidikan di Bandung itu, Ahad, 21 Juli 2024.

Pemerintah Jawa Barat menganulir hampir 200 siswa yang dimaksud lolos ke SMAN di beragam tempat lantaran terbukti melakukan pelanggaran, salah satunya domisili atau tempat tinggal.

Beberapa tahun terakhir Ombudsman mencermati khusus PPDB sistem zonasi pada sebuah SMAN pada Garut. Pada tahun ini, misalnya, ada 209 warga pendaftar yang tersebut domisilinya kurang dari 200 meter. “Itu mencurigakan lantaran setiap tahun begitu terus,” ujarnya. 

Guna mengatasi hambatan zonasi juga citra sekolah favorit, Dan mengusulkan agar pemerintah area tambahan fleksibel untuk memindahkan sekolah favorit dengan menyesuaikan perkembangan domisili. Contohnya SMAN 9 serta SMAN 12 pada Bandung yang tadinya berlokasi di wilayah berada dalam menjadi ke timur serta barat. Relokasi sekolah itu, menurut Dan, menyesuaikan perkembangan populasi penduduk ke suatu wilayah.

Pendirian sekolah relokasi itu sanggup direalisasikan pemerintah tempat lewat tukar guling aset. Ombudsman tidak ada sependapat dengan pihak yang dimaksud menginginkan penambahan sekolah negeri baru. Alasannya, sebab dari data, lulusan SMP ke SMA sederajat masih bisa saja tertampung asalkan dioptimalkan. Misalnya SMAN 3 serta 5 yang tersebut selama ini terkenal dengan sekolah favorit pada Bandung, salah satunya direlokasi, seperti ke area Cibiru, wilayah perbatasan Pusat Kota Bandung di dalam bagian timur. 

Selain itu, pemerintah area pun bisa saja mengarahkan sekolah-sekolah swasta untuk dibuka di dalam wilayah yang daya tampung siswanya masih kurang. Datanya bisa saja dilihat dari domisili siswa lulusan SMP sederajat serta proyeksinya dari bilangan total penduduk. 

Artikel ini disadur dari Sistem Zonasi PPDB Dinilai Gagal, Ombudsman Jabar Usul SMAN Favorit Direlokasi

Related Articles

Back to top button