Tingkatkan Mutu Pemerintahan Desa, Kemendagri Latih 172.488 Aparatur Desa

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) melatih 172.488 aparatur desa, termasuk kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lalu Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Latihan ini merupakan bagian dari Inisiatif Perkuatan Pemerintahan dan juga Pembangunan Desa (P3PD).
Dirjen Bina Pemdes Kemendagri La Ode Ahmad P Bolombo turut membuka kegiatan pelatihan yang dilaksanakan secara serentak pada Hotel MG Setos, Pusat Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari acara sama tahun lalu yang digunakan sudah pernah melibatkan 33 provinsi dan juga 31.902 desa, dengan partisipasi 120.781 aparatur desa, mencapai 91,04% dari target peserta.
La Ode menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa di mengurus pemerintahan desa, merencanakan pembangunan, juga mengurangi praktik korupsi pada desa.
Dengan pelatihan ini, beliau berharap setiap desa dapat menjadi lebih tinggi maju, mandiri, serta sejahtera. La Ode menerangkan pelatihan P3PD dirancang untuk memberikan wawasan dan juga keterampilan praktis tentang pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, kemudian strategi pengerjaan berkelanjutan. La Ode juga menekankan pentingnya berbagi informasi juga pengalaman antar desa untuk mempercepat proses perubahan struktural serta meningkatkan kualitas hidup di dalam desa.
“Kami berharap setiap kontestan dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman, sehingga desa-desa pada Indonesia dapat saling belajar lalu berkontribusi pada pencapaian tujuan perkembangan nasional,” tambah La Ode .
Dirjen Bina Pemdes menerangkan Inisiatif P3PD sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menghurangi ketimpangan penyelenggaraan antara desa kemudian kota, juga menegaskan kesetaraan pengerjaan di area seluruh Indonesia. Dengan data juga riset yang digunakan akurat, diharapkan desa-desa dapat merumuskan strategi pengembangan yang mana efektif juga berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap ada saling berbagi pengalaman kemudian pengetahuan yang tersebut akan mengupayakan setiap desa untuk berinovasi dan juga mengoptimalkan kemungkinan lokal,” tambah La Ode.
Ada pun materi pelatihan pada P3PD 2024 sebanyak 9 Pokok Bahasan (PB) di area antaranya materi penyusunan peraturan dalam desa, perencanaan konstruksi desa Inovatif kemudian visioner, pengelolaan keuangan desa yang akuntabel dan juga transparan, materi aksi PKK dan juga Posyandu, materi kewirausahaan, hingga materi pengelolaan data juga informasi desa.






