Wamenag Sebut Paradigma Pendidikan dengan Pendekatan Statis Sudah Tidak Relevan

JAKARTA – Wakil Menteri Agama ( Wamenag ) Saiful Rahmat Dasuki menyampaikan pandangannya terkait inovasi paradigma pada dunia pendidikan. Perubahan mendasar terjadi pada pendekatan pendidikan, khususnya metode disiplin yang tersebut diterapkan tenaga pendidik.
“Dulu, ketika guru memarahi atau menghukum kita secara fisik, orang tua kita cenderung mengupayakan tindakan tersebut. Namun, nilai-nilai yang disebutkan sekarang telah terjadi berubah total,” katanya ketika memberikan arahan pada penutupan Conference and Expose on Training yang tersebut diselenggarakan Balitbang Diklat dalam Surabaya, Kamis (15/8/2024).
Kegiatan penutupan perhelatan akbar ini, dihadiri banyak tamu undangan, di tempat antaranya Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Sekretaris Dirjen Bimas Katolik, Sekretaris Bimas Buddha juga kepala BDK, BLA, juga Loka Diklat, serta para kepala madrasah, juga para widyaiswara Kementerian Agama.
Wamenag pada instruksi pentingnya untuk seluruh penyelenggaran lembaga pendidikan dan juga pelatihan menegaskan segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik, yang digunakan dijalankan oleh tenaga pendidik dapat berujung pada tindakan hukum jikalau dilaporkan oleh orang tua siswa.
“Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai kemudian paradigma di dalam rakyat terus berkembang, serta kita tiada sanggup lagi menggunakan pendekatan yang digunakan statis,” ucapnya.
Acara yang mana mengusung tema Impactful and Enjoyful Learning ini, Wamenag juga menekankan pentingnya kenyamanan sebagai bagian dari metode pembelajaran yang tersebut dikembangkan, “Ini menjadi harapan baru bagi kita semua, teristimewa para tenaga pendidik, agar mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman lalu beradaptasi dengan nilai-nilai baru yang mana tumbuh dalam masyarakat,” tuturnya.
Tidak hanya saja itu, Wamenag juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai-nilai lama yang dimaksud masih relevan sambil menerima nilai-nilai baru yang lebih tinggi baik, pada rangka merancang peradaban yang tersebut tambahan maju, “Forum ini punya harapan dan juga keinginan untuk mendirikan karakter yang dimaksud sesuai dengan perkembangan zaman lalu nilai-nilai yang mana berlaku pada warga kita,” tegasnya.
Wamenag mengapresiasi sebesar-besarnya terhadap seluruh partisipan yang mana tetap memperlihatkan hadir hingga penutupan acara, sebagai bukti komitmen dia terhadap peningkatan kualitas lembaga pendidikan dan juga karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) di area lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) juga lembaga negara lainnya. Wamenag juga berharap agar Kementerian Agama terus berjaya dan juga menjadi garda terdepan di memajukan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.






