Nasional

Sri Mulyani Sebut Rencana Makan Bergizi Bakal Berikan Efek Perekonomian Berganda

JAKARTA – Inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh presiden terpilih Prabowo Subianto diyakini menciptakan efek ganda pada perekonomian (multiplier effect) Indonesia. Terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM).

“Tujuan utama dari kegiatan prioritas presiden terpilih ini, Makan Bergizi Gratis, adalah untuk menciptakan generasi yang mana cerdas sekaligus memberikan dampak perekonomian bagi UMKM kemudian menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika Pertemuan Pers RAPBN 2025 di dalam Jakarta, dikutip, Hari Sabtu (17/8/2024).

Dalam Buku II Nota Keuangan Tahun Anggaran 2025, disebutkan Inisiatif Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meningkatkan kualitas Narasumber Daya Individu (SDM) yang digunakan unggul serta kompetitif.

Program ini meliputi penyediaan makanan bergizi lalu susu gratis pada sekolah dan juga pesantren, bantuan gizi untuk balita, dan juga dukungan bagi ibu hamil atau menyusui yang tersebut berisiko memiliki anak stunting.

Pada tingkat sekolah, selain menambah asupan nutrisi, Rencana MBG juga diharapkan dapat meningkatkan penampilan siswa di area sekolah yang digunakan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan.

Program ini juga bertujuan untuk mengempiskan hitungan ketidakhadiran atau putus sekolah guna meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mengakibatkan dampak positif pada kebugaran dan juga prestasi akademik siswa. Dalam pelaksanaannya, penyediaan makanan melalui dapur umum akan melibatkan UMKM lokal.

Program Makan Bergizi Gratis ini tidaklah cuma bertujuan untuk meningkatkan kondisi tubuh lalu kualitas SDM, tetapi juga memiliki hubungan timbal balik yang tersebut akan menggalakkan peningkatan sektor ekonomi serta menciptakan lapangan kerja melalui pemberdayaan UMKM.

Anggaran yang digunakan direncanakan untuk kegiatan Makan Bergizi Gratis pada tahun 2025 sekitar Rp71 triliun atau 0,29 persen dari PDB, mencakup biaya makanan, distribusi, juga operasional lembaga yang menjalankan acara ini.

Diperkirakan, sekitar 0,82 jt tenaga kerja akan terserap untuk menjalankan kegiatan ini. Dengan alokasi tersebut, acara Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kegiatan ekonomi Indonesia sekitar 0,10% pada 2025.

Related Articles

Back to top button