Angkie Yudistia Terima Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya

JAKARTA – Staf Khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia menerima Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya. Penghargaan itu diserahkan dengan segera Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dalam Aula Serba Guna Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta.
Angkie menyampaikan terima kasih melawan penyematan Satyalencana terhadap dirinya. Hal ini menjadi acuan semangat kedepannya untuk terus berjuang bagi kelompok rentan yang digunakan ada dalam Indonesia.
“Puji syukur alhamdulillah saya ucapkan berhadapan dengan capaian ini. Saya meminta seluruh insan untuk terus menjaga semangat di menciptakan Indonesia yang dimaksud inklusif, di berbagai aspek kehidupan,” katanya usai menerima penghargaan, Kamis (22/8/2024).
Angkie menyatakan baginya perjuangan harus terus dilanjutkan agar para penyandang disabilitas sanggup mendapatkan hak-haknya, juga mampu setara dan juga berdaya. “Perhargaan ini tak lepas dari peran dan juga partisipasi berbagai mitra terkait di memperjuangkan kesetaraan bagi disabilitas di tempat Tanah Air.”
Diketahui, Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan yang mana diberikan otoritas Republik Indonesia terhadap para warganya yang mana telah dilakukan memberikan darma bakti yang digunakan besar untuk negara lalu bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.
Angkie sebagai Staf Khusus Presiden bidang sosial dikenal sebagai sosok yang dimaksud bergerak pada berbagai kegiatan, khususnya pada memperjuangkan hak disabilitas. Selama ini, Angkie dianggap berperan berpartisipasi mengimplementasikan pengembangan model pengerjaan berkelanjutan serta inklusif yang diterjemahkan di berbagai bentuk intervensi program. Dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 terkait Penyandang Disabilitas.
“Juga pembentukan regulasi juga panitia pelaksanaan Komisi Nasional Disabilitas pada 2021 yang dimaksud telah terjadi disahkan Presiden melalui Peraturan Presiden No 68 Tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas (KND). Serta pergerakan akselerasi sektor ekonomi inklusif sehingga dapat menjamin kesetaraan lalu pemenuhan hak penyandang disabilitas,” jelas Angkie.
Aksi nyata perjuangan Angkie pada kelompok disabilitas, beliau wujudkan ketika pandemi Covid-19 pada kegiatan pemberian vaksin bagi disabilitas. Sebanyak 500.000 penyandang disabilitas lalu support system telah lama divaksinasi dengan menggunakan hibah vaksin sinopharm.





