Tim Tszyu Akan Rampas Sabuk IBF Bakhram Murtazaliev Tanpa Turki Alalshikh

Tim Tszyu nekat akan merampas sabuk juara IBF Bakhram Murtazaliev daripada mencoba untuk menang menghadapi Turki Alalshikh, menurut promotornya. Petinju Australia berusia 29 tahun ini berharap dapat bertarung melawan Bakhram Murtazaliev sebelum akhir tahun 2024.
Dan apabila ia berhasil, maka ia akan mengukuhkan dirinya sebagai figur penting di divisi yang dimaksud dengan cepat menjadi salah satu divisi yang dimaksud paling menarik pada dunia ini. Sisi lain dari Alalshikh kemungkinan besar baru-baru ini terlihat dari dirinya, sebagai ketua dari General Entertainment Authority.
Jika sebelumnya organisasinya dikenal luas oleh sebab itu mendanai beberapa pertarungan paling terkenal dalam tahun ini – pada antaranya kemenangan Terence Crawford melawan Ismail Madrimov untuk meraih kemenangan penghargaan WBA 69,8 kg – ia sudah pernah meremehkan Saul Canelo Alvarez, serta mengungkapkan bahwa ia ingin agar turnamen UFC yang digunakan ia sponsori tidak ada membayangi pertarungan Alvarez di dalam bulan September melawan Edgar Berlanga, dan juga mengatakan, “Saya bukan akan bekerja sejenis dengan Tim Tszyu.”
Bahwa Tszyu sebelumnya setuju untuk bertarung melawan Vergil Ortiz Jr – pertarungan merekan dibatalkan sebab perjuangannya untuk pulih dari cedera – di tempat undercard Madrimov-Crawford menyebabkan beliau melakukan hal yang disebutkan cukup mengejutkan, namun tiada seperti Alvarez serta yang mana lainnya, promotornya bersikeras bahwa ia bertekad untuk progresif terlepas dari pengaruh Alalshikh. “Saat ini, kami akan bertarung untuk bersaing untuk peringkat juara dunia IBF,” ujar George Rose, kepala eksekutif No Limit Boxing.
“Terence Crawford tak memilikinya – itu milik Bakhram Murtazaliev. Jadi kami akan bertarung melawan Bakhram juga kami akan mengungguli penghargaan juara dunia itu. Kemudian kami mempunyai perhiasan lain untuk Tim kemudian kami akan mengamati apa kesempatan berikutnya baginya. [Alalshikh] memacu persoalan hukum Terence Crawford. Terence adalah duta Riyadh Season serta ia menginginkan yang mana terbaik untuk Terence Crawford.
Baca Juga: Terence Crawford Juara Baru Tinju 4 Divisi yang digunakan Tak Terkalahkan
“Terence Crawford ketika ini sudah memiliki sabuk juara – ia adalah orang yang mana akan kami ajak bicara di tempat masa depan, namun pada waktu ini kami fokus pada Bakhram serta menyelesaikan pertarungan itu. Kami ingin mengungguli sabuk itu kemudian Terence Crawford juga fokus pada kesempatan yang ada baginya di tempat divisi ini. Ia bukan akan pernah menjadi raja divisi ini jikalau ia bukan melawan Tim Tszyu. Tim Tszyu adalah raja divisi ini.”
Tszyu, yang dimaksud kehilangan rekor tak terkalahkan dari Sebastian Fundora pada bulan Maret lalu, mengungkapkan bahwa ia ingin bertarung melawan Murtazaliev yang mana berusia 31 tahun itu pada waktu yang dimaksud cukup lama untuk dapat mengamankan sebuah pertarungan lain sebelum akhir tahun 2024.






