Ibu Peluk Anaknya di dalam Penjara dikarenakan Tolak Pabrik Sawit, Yenny Wahid Sindir Menkominfo

JAKARTA – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid memberikan arahan menohok ke Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi. Yenny menyoroti perkara Tina Rambe, seseorang ibu yang digunakan menyebar memeluk anaknya dalam balik jeruji besi lantaran menolak pabrik sawit di area Labuhan Batu, Sumatera Utara.
“Pak Menkominfo (@kemenkominfo @budiariesetiadi) daripada sibuk ngurusin satu ibu hamil yang telah punya sejumlah privilege, tolong dong tengok dan juga perjuangkan ibu-ibu lain seperti Ibu Tina yang tersebut masih berjuang untuk bisa saja memeluk anaknya,” kata Yenny pada laman Instagram @yennywahid dikutip, Kamis (12/9/2024).
Yenny menceritakan beberapa hari ini perhatian semua tertuju pada sosok individu ibu bernama Tina Rambe yang mencoba memeluk anaknya dari balik jeruji besi. Dengan tangan diborgol Tina mencoba untuk memeluk anaknya pada pada waktu akan menjalani persidangan.
“Berdasarkan info yang saya baca, ia ditahan oleh sebab itu berjuang melakukan perlawanan terhadap petugas keamanan pada ketika demo menolak operasional pabrik kelapa sawit pada Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut),” ujarnya.
“Ibu Tina belaka manusia perempuan lemah yang dimaksud ingin menyuarakan aspirasinya di tempat negara demokrasi bernama Indonesia. Ia berhak untuk memeluk anaknya kemudian berhak mendapatkan empati juga dukungan dari kita semua,” tambahnya.
Sebelumnya, Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep diduga menerima gratifikasi naik pesawat jet pribadi terus memunculkan kontroversi. Semakin berpolemik kian lantang juga Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyampaikan klarifikasi terkait Kaesang.
“Nggak ada (gratifikasi), ia kan pribadi. Nah, itu dari temannya,” ujar Budi pada waktu ditemui di area Kompleks Parlemen, Senayan, Ibukota Indonesia Pusat, Selasa, 10 September 2024.
Apalagi istri Kaesang, Erina Gudono yang mana berada dalam hamil tak dapat menaiki angkutan umum. “Pokoknya sudahlah. Satu, istrinya Mas Kaesang itu kan hamil sudah ada 8 bulan. Kan nggak boleh naik angkutan umum, pesawat umum mana boleh?” katanya.
Atas dasar itu, teman Kaesang meminjamkan jet pribadi untuk Kaesang lalu Erina. “Lho nggak mampu (dianggap gratifikasi). Itu (jet pribadi) dipinjemin temannya kok. Sama kayak saya pinjemin kamu, teman,” tutur Budi.






